Sertifikasi Makin Berat Guru Wajib Mengikuti PPG

Mereka yang ikut PPG adalah guru yang diangkat setelah Desember 2005.
Mulai 2015 mendatang guru-guru yang ingin memperoleh sertifikat pendidik harus mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pemerintah dipastikan memilih PPG dalam pelaksanaan sertifikasi yang diangkat setelah tahun 2005

Sertifikasi guru melalui PPG lebih berat dibanding dengan model sertikasi sebelumnya yang melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Namun, hasil model PPG diyakini jauh lebih baik dan terukur daripada PLPG

PLPG hanya dilaksanakan sekitar sebelas hari. Model pelatihan selama PLPG hanya micro teaching, yaitu praktik mengajar yang dilakukan saat pelatihan. Guru yang lulus mendapatkan sertifikat sebagai salah satu syarat memperoleh tunjangan profesi.

Sedangkan PPG menggunakan model real teaching. Ada praktik mengajar di sekolah selama dua bulan. Sebelumnya, guru mengikuti pendidikan di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) selama dua bulan.

Pola teknis pelaksanaan PPG masih belum pasti. Menurut Direktur PPG Unesa Lutfiah Nurlaela, pola PPG ini masih dibahas Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik.

“Apakah PPG seperti guru prajabatan atau PPG guru dalam jabatan, polanya masih dibahas,” kata Lutfiah yang SekolahDasar.Net kutip dari JPNN (29/10/2014).

Sementara itu menurutt Ketua PLPG Unesa Alimufi Arief, nantinya pola PPG memakai model in dan on seperti yang diterapkan dalam pelatihan kurikulum 2013. Guru akan mendapatkan pelatihan atau in di kelas untuk beberapa lama kemudian mereka on keluar mengajar di kelas.

“Mereka juga in dan on lagi untuk mendapatkan pelatihan dan memperbaiki kelemahan. Sampai betul-betul mereka mampu mengajar lebih baik,” kata Alimufi.

Apa saja yang dinilai pada PPG dalam jabatan tahun 2015?

Pelaksanaan PPG dalam jabatan yang akan di berlakukan pada tahun 2015, memiliki beberapa aspek yang dinilai. Penilain dalam PPG dalam jabatan mulai dari (1) Rekognisi masa lampau (RPL) 10 SKS. (2) Workshop pendalaman materi dan pengembangan perangkat pembelajaran 12 SKS: 15 kali pertemuan (setelah diperhitungkan dengan ujian tulis). (3) Program pengalaman lapangan (PPL) 14 SKS: 16 kali pertemuan. Sebagaimana yang telah di tuliskan pada artikel sebelumnya (Baca : Mekanisme Pelaksanaan Sertifikasi Guru Tahun 2015)

Rekognisi masa lampau (RPL) 10 SKS memiliki 7 (tujuh) elemen yang dinilai yaitu :

(1) Pengalaman Pembelajaran dan Pengembangan Diri, unsur yang dijadikan penilaian (a) Deskripsi diri, (b) Pengalaman Mengajar, (c) Pendidikan S2/S3, (d) Pelatihan

(2) Analisis Buku Ajar Sesuai Kurikulum 2013/Analisis Program Layanan BK/TIK dengan unsur penilaian yaitu melakukan Analisis Buku Guru/Siswa (Guru Kelas/ Guru Mapel) atau Analisis Program Layanan BK/TIK (Guru BK/TIK)

(3) Perangkat Pembelajaran/Layanan Sesuai Kurikulum 2013, dengan unsur yang dijadikan penilaian adalah (a) RPP/RPBK/RPTIK (b) Pengembangan Bahan Ajar/Layanan (c) Media Pembelajaran/Inovasi Layanan, (d) Instrumen Penilaian

(4) Analisis Penilaian Hasil Belajar/Layanan Bimbingan Siswa Sesuai Kurikulum 2013 (a) Dokumen Analisis Hasil Penilaian (b) Dokumen Penyajian Hasil Belajar

(5) Pembelajaran/Layanan Bimbingan Sesuai Kurikulum 2013 yang dibuktikan dengan rekaman video, dengan unsur penilaian berupa (a) Orisinalitas, (b) Keterlaksanaan Langkah Pembelajaran/ Layanan BK/TIK, (c) Pendekatan Saintifik/Inovasi Layanan BK/TIK

(6) Penilaian Atasan Langsung, dengan unsur penilaian (a) Penilaian Kepala Sekolah, (b) Penilaian Pengawas

(7) Prestasi Akademik dan/atau Karya Monumental, dengan unsur penilaian (a) Guru Berprestasi/Guru Teladan/ Pemandu/ Instruktur/Guru Inti, (b) Karya Tulis Terpublikasi (c) Presentasi Karya Ilmiah (d) Penghargaan Prestasi di Masyarakat yg Relevan

Rambu-Rambu Program Pengalaman Lapangan (PPL) 14 SKS: 16 kali pertemuan

(1) PPL dilaksanakan oleh peserta yang sudah lulus UTF.
(2) PPL dilaksanakan di sekolah di tempat guru bertugas.
(3) Beban belajar PPL 14 SKS dengan durasi waktu 60 hari, dengan ekivalen waktu 10 jam perhari.
(4) Supervisi dilakukan sebanyak 2 kali oleh guru inti atau pengawas/kepala sekolah yang ditunjuk.
(5) Peserta PPL wajib melaksanakan dan membuat laporan Penelitian Tindakan Kelas yang disahkan oleh kepala sekolah dan dipublikasikan di perpustakaan/ruang baca sekolah.
(6) Uji kinerja dilaksanakan di akhir PPL oleh Asesor LPTK Penyelenggara dan guru inti (supervisor setempat), peserta wajib menyerahkan perangkat pembelajaran sebelum uji kinerja.
(7) Peserta yang belum lulus ujian kinerja, diberikan kesempatan menempuh ujian ulang maksimum dua kali.
(8) Peserta wajib menyusun laporan akhir PPL sesuai dengan format dan waktu yang ditentukan.
Workshop pendalaman materi dan pengembangan perangkat pembelajaran 12 SKS: 15 kali pertemuan (setelah diperhitungkan dengan ujian tulis) mengikuti panduan yang akan disusun kemudian.

Hal yang terpenting untuk dipersiapakan oleh seorang guru adalah deskripsi diri, dan Pembelajaran/Layanan Bimbingan yang dibuktikan dengan rekaman video. Adapun terkait aspek penilaian diatas mengacu pada kurikulum 2013. Namun dengan adanya kebijakan Menteri Pendidikan yang membatasi pelaksanaan kurikulum 2013, maka kemungkinan tersbut akan mengalami perubahan. Terpenting bagi guru adalah mempersiapkan dokumen RPL yang dijadikan syarat untuk dapat mengikuti PPG dalam jabatan. Karena RPL merupakan dokumen yang perlu di persiapkan oleh guru yang akan di nilai oleh asesor di Rayon LPTK masing-masing provinsi. Penilaian RPL memungkinkan seorang guru tidak dapat mengikuti PPG dalam jabatan.

Cara membaca kode Nomor Peserta Sertifikasi Guru

Pembayaran tunjangan sertifikasi guru pada akhir-akhir ini muncul berbagai persoalan yang membuat beberapa guru menjadi gelisa. Mulai ketika jumlah jam mengajar tidak mencukupi 24 jam setiap minggu, sampai saat ini muncul persoalan baru ketika data dapodik di luncurkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penjaminan Mutu, beberapa guru datanya tidak valid ketika diinput di sistem dapodik. Persoalan ini memunculkan beberapa pertanyaan bagi guru, hingga menibulkan prasangka yang tidak baik bagi operator dapodik. Pertanyaan ini harus terjawab agar para guru dapat memahami dan tidak menimbulkan prasangka yang tidak baik. Info sertifikasi guru dapat menjawab hal ini, cukup memahami arti nomor peserta sertifikasi yang telah dimiliki oleh guru. Nomor peserta ini penting untuk di ketahui agar guru dapat mengetahui beberapa hal terkait data sertifikasi guru.
Nomor peserta sertifikasi guru terdiri dari 14 (empat belas) angka. Angka ini terbagi dalam 6 (enam) kelompok yang masing-masing memiliki arti. Arti dari angka tersebut adalah tahun sertifikasi, provinsi, kabupaten, bidang studi, kementerian, dan nomor urut yang di keluarkan dari masing-masing kabupaten/kota.
Memahami kode peserta berikut saya jelaskan satu persatu agar guru dapat memahaminya. Saya akan mengambil salah satu contoh nomor peserta yaitu 09180802010888. Membaca nomor peserta ini kemudian saya bagi menjadi enam bagian dengan seperti contoh :
09 18 08 020 1 0888
Sekarang apa arti masing-masing kelompok tersebut?. Saya mulai dari kelompok pertama yaitu 09 menunjukkan kode tahun sertifikasi. Jadi bagi guru yang memiliki nomor peserta yang diawali dengan 09 berarti guru tersebut di sertifikasi pada tahun 2009. Jika kodenya 10 berarti di sertifikasi pada tahun 2011, begitu seterusnya.
Kelompok kode selanjutnya ada 18, menujukkan provinsi tempat sertifikasi dan terkait dengan rayon pelaksana sertifikasi guru. Kode 18 menunjukkan kode Provinsi Sulawesi Tengah atau disertifikasi di Rayon 125 Universitas Tadulako.
Kelompok berikutnya adalah kode Kabupaten/Kota. Kode 08 seperti contoh yang saya berikan menjukan peserta bersal dari kabupaten Parigi Moutong. Kode 60 dari Kota Palu, 01 dari Banggai Kepulauan, dan 02 Donggala. Khusus kode 02 ada yang berasal dari Kabupaten Sigi, karena saat pelaksanaan sertifikasi guru guru yang bersangkutan masih berada di bawah naungan Kabupaten Donggala.
Selanjutnya 020 yang terdiri dari 3 angka, menjukkan kode bidang studi sertifikasi. Kode 020 merupakan kode dari bidang studi Guru Kelas TK, selanjutnya untuk kode yang lainnya dapat anda download (klik disini) atau disini. Kode bidang studi ini hanya berlaku untuk setiap jenjang pendidikan (TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA). Adapula kode yang berlaku untuk jenjang SMP dan SMA seperti contoh kode PKn, Matematika, dan Bahasa Indonesia, dan beberapa kode lainnya. (Klik disini)
Angka 1 pada kode berikutnya menunjukkan Departemen atau Kementerian tempat guru mengabdi. Angka 1 menunjukkan guru yang bersangkutan berada dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kode 2 berarti di bawah naungan Kementerian Agama, kode 3 Kementerian Kelautan, kode 4 Kementerian Perindustrian, dan kode 5 Kementerian Pertanian.
Kelompok yang terkahir yang terdiri dari 4 angka merupakan nomor urut. Urutan angka yang menjadi syarat sertifikasi guru yang diurut berdasarkan Kabupaten Kota.